Senin, 20 Oktober 2014

Pengembangan SDM

Pengembangan SDM

Pengembangan SDM difokuskan kepada penciptaan pekerja yang profisien, profesional, berkomitmen, berdedikasi dan berorientasi bisnis. Untuk mencapai hal tersebut di atas, Perusahaan telah menetapkan strategi korporat berikut untuk pengembangan SDM:

1. Mengimplementasikan pengembangan pekerja yang terorganisasi dan konsisten sehingga para pekerja memiliki kompetensi, ketrampilan, dedikasi, kinerja dan produktivitas yang tinggi.

2. Memberikan penghargaan dalam bentuk kesejahteraan dan remunerasi yang kompetitif serta memberikan perlindungan kepada pekerja sesuai dengan standar perusahaan migas di Indonesia dan peraturan yang berlaku.

3. Menciptakan dan mengembangkan hubungan industri yang aman untuk menciptakan suasana yang harmonis dan nyaman guna mendukung produktivitas yang tinggi

Strategi korporat ini menjadi dasar untuk pengimplementasian program pengembangan SDM. Perusahaan memiliki keyakinan bahwa pengembangan SDM merupakan investasi jangka panjang sehingga Perusahaan memiliki komitmen terhadap program pengembangan yang sistematik dan berkelanjutan untuk mengantisipasi perubahan kebutuhan bisnis.

Perusahaan telah mengimplementasikan proses rekruitmen dan seleksi pekerja yang transparan guna memperoleh ahli dan lulusan Sarjana baru untuk regenerasi. Proses rekruitmen dan seleksi awal dilaksanakan melalui pihak ketiga yang independent seperti Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada dan Universitas Padjadjaran.

Melanjutkan kebijakan tahun 2001, Perusahaan telah mengembangkan sistem dan program manajemen karir berdasarkan kemampuan dan kinerja (merit system). Program dan sistem tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektifitas dan transparansi dalam pengembangan karir pekerja Pertamina di masa mendatang.

Untuk menciptakan budaya perusahaan yang mendukung proses transformasi, Perusahaan telah melakukan program sosialisasi untuk Nilai-nilai unggulan yang dikenal dengan FIVE-M (Focus, Integrity, Visionary, Excellence and Mutual Respect).

Untuk pengukuran kinerja, Perusahaan menggunakan Ukuran Kerja Terpilih dan Indeks Produktivitas. Pengukuran ini meningkatkan pengembangan yang berkelanjutan untuk mempercepat pencapaian status sebagai perusahaan bertaraf Internasional.

Minggu, 19 Oktober 2014

Strategi SDM

Strategi SDM

Strategi perusahaan untuk bidang Sumber Daya Manusia dibedakan untuk rencana SDM jangka pendek dan rencana SDM jangka panjang, meliputi:

Rencana SDM Jangka pendek : 
1. Rekrutmen SDM untuk kaderisasi
2. Mutasi internal
3. Peningkatan kompetensi melalui pelatihan

Rencana SDM Jangka panjang :
1. Penguasaan teknologi bisnis gas yang dilakukan bersama para shipper dengan mengadakan program pelatihan pekerja untuk meningkatan pengetahuan pekerja agar dapat bersaing di pasar
2. Untuk bidang IT, MySAP yang semakin tepat guna sehingga semua proses yang ada dapat lebih cepat, tepat dan efisien

3. Peningkatan kemampuan pekerja melalui program – program kursus yang terjadwal dan terbuka untuk semua pekerja. 

Sabtu, 18 Oktober 2014

Pengertian Sistem Informasi SDM

Pengertian Sistem Informasi SDM

Manajemen sumber daya manusia adalah suatu proses menangani berbagai masalah pada ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manajer, dan tenaga kerja lainnya untuk dapat menunjang aktiitas organisasi atau perusahaan demi mencapai tujuan yang telah ditentukan. Bagian atau unit yang biasanya mengurusi sumber daya manusia adalah departemen sumber daya manusia atau dalam bahasa Inggris disebut HRD (Human Resources Department).

Menurut Ensiklopedia ikipedia Sistem Informasi SDM merupakan sebuah bentuk interseksi atau pertemuan antara bidang ilmu manajemen sumber daya manusia (MSDM) dan teknologi informasi. Sistem Informasi SDM itu sendiri adalah prosedur sistematik untuk pengumpul, menyimpan, mempertahankan, menarik, dan memvalidasi data yang dibutuhkan oleh sebuah perusahaan untuk mempunyai kemampuan untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan atau pilihan banyak orang yang lebih berhubungan dengan aktivitas perencanaan SDM baru.

Sedangkan sistem informasi manajemen dibangununtuk mendukung proses yang berjalan dalam organisasi, dimana tercakup di dalamnya antara lain proses perencanaan, pengorganisasian dan pengendalian. Secara akurat sistem informasi manajemen harus dapat memberikan informasi mengenai kondisi riil organisasi. Salah satu bagian dari sistem informasi manajemen yang penting adalah Sistem Informasi Sumber Daya Manusia (SISDM), karena sumber daya manusia merupakan asset yang sangat berharga bagi organisasi.

Jumat, 17 Oktober 2014

sejarah pertamina

Sejarah PT. Pertamina 

PT. Pertamina adalah perusahaan minyak dan gas bumi yang dimiliki Pemerintah Indonesia (National Oil Company), yang berdiri sejak tanggal 10 Desember 1957 dengan nama PT PERMINA. Pada tahun 1961 perusahaan ini berganti nama menjadi PN PERMINA dan setelah merger dengan PN PERTAMIN di tahun 1968 namanya berubah menjadi PN PERTAMINA. Dengan bergulirnya Undang Undang No. 8 Tahun 1971 sebutan perusahaan menjadi PERTAMINA. Sebutan ini tetap dipakai setelah PERTAMINA berubah status hukumnya menjadi PT PERTAMINA (PERSERO) pada tanggal 17 September 2003 berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 tahun 2001 pada tanggal 23 November 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.

PT PERTAMINA (PERSERO) didirikan berdasarkan akta Notaris Lenny Janis Ishak, SH No. 20 tanggal 17 September 2003, dan disahkan oleh Menteri Hukum & HAM melalui Surat Keputusan No. C-24025 HT.01.01 pada tanggal 09 Oktober 2003. Pendirian Perusahaan ini dilakukan menurut ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam Undang-Undang No. 1 tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas, Peraturan Pemerintah No. 12 tahun 1998 tentang Perusahaan Perseroan (Persero), dan Peraturan Pemerintah No. 45 tahun 2001 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah No. 12 tahun 1998 dan peralihannya berdasarkan PP No.31 Tahun 2003 "TENTANG PENGALIHAN BENTUK PERUSAHAAN PERTAMBANGAN MINYAK DAN GAS BUMI NEGARA (PERTAMINA) MENJADI PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)".
Sesuai akta pendiriannya, Maksud dari Perusahaan Perseroan adalah untuk menyelenggarakan usaha di bidang minyak dan gas bumi, baik di dalam maupun di luar negeri serta kegiatan usaha lain yang terkait atau menunjang kegiatan usaha di bidang minyak dan gas bumi tersebut.

Adapun tujuan dari Perusahaan Perseroan adalah untuk:
1. Mengusahakan keuntungan berdasarkan prinsip pengelolaan Perseroan secara efektif dan efisien.
2. Memberikan kontribusi dalam meningkatkan kegiatan ekonomi untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.

Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut, Perseroan melaksanakan kegiatan usaha sebagai berikut:

1. Menyelenggarakan usaha di bidang minyak dan gas bumi beserta hasil olahan dan turunannya.
2. Menyelenggarakan kegiatan usaha di bidang panas bumi yang ada pada saat pendiriannya, termasuk Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) yang telah mencapai tahap akhir negosiasi dan berhasil menjadi milik Perseroan.
3. Melaksanakan pengusahaan dan pemasaran Liquified Natural Gas (LNG) dan produk lain yang dihasilkan dari kilang LNG.
4. Menyelenggarakan kegiatan usaha lain yang terkait atau menunjang kegiatan usaha sebagaimana dimaksud dalam nomor 1, 2, dan 3.
Sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang MIGAS baru, Pertamina tidak lagi menjadi satu-satunya perusahaan yang memonopoli industri MIGAS dimana kegiatan usaha minyak dan gas bumi diserahkan kepada mekanisme pasar.

Visi :
Menjadi Perusahaan Minyak Nasional Kelas Dunia

Misi :
Menjalankan usaha inti minyak, gas, dan bahan bakar nabati secara terintegrasi, berdasarkan prinsip-prinsip komersial yang kuat.

Kamis, 16 Oktober 2014

Pertamina Hilir

Pertamina Hilir
Kegiatan usaha PERTAMINA Hilir meliputi pengolahan, pemasaran dan niaga dan perkapalan serta distribusi produk Hilir baik di dalam maupun keluar negeri yang berasal dari kilang PERTAMINA maupun impor yang didukung oleh sarana transportasi darat dan laut. Usaha hilir merupakan integrasi Usaha Pengolahan, Usaha Pemasaran, Usaha Niaga, dan Usaha Perkapalan. Usaha pengolahan dibagi dua, yaitu:
a.       Kilang minyak
Bidang Pengolahan mempunyai 7 unit kilang dengan kapasitas total 1.041,20 Ribu Barrel. Beberapa kilang minyak terintegrasi dengan kilang Petrokimia dan memproduksi NBBM. Ketujuh Kilang minyak tersebut terdiri dari :
·Unit Pengolahan I di Pangkalan Brandan - Sumatera Utara (ditutup pada Januari 2007)
b.      Kilang LNG
Disamping kilang minyak, PERTAMINA Hilir mempunyai kilang LNG di Arun dan diBontang. Kilang LNG Arun dengan 6 train dan LNG Badak di Bontang dengan 8 train. Kapasitas LNG Arun sebesar 12,5 Juta Ton sedangkan LNG Badak 18,5 Juta Ton per tahun. Beberapa Kilang tersebut juga menghasilkan LPG, seperti di Pangkalan Brandan,DumaiMusiCilacapBalikpapanBalongan, dan Mundu. Kilang Cilacap adalah satu-satunya penghasil lube base oil dengan grade HVI- 60, HVI — 95, HVI -160 S dan HVI — 650. Produksi lube base ini disalurkan ke Lube Oil Blending Plant (LOBP) untuk diproduksi menjadi produk pelumas dan kelebihannya diekspor.

c.       Produk
Bahan Bakar Minyak :
·         BioPertamaxPertamax
·         Pertamax Plus
·         BioPremiumPremium,
·         SolarBio SolarPertamina DEX
·         Kerosine
Non-minyak : MinarexHVI 90HVI 160Lube BaseGreen CokeAsphalt,
Pelumas :
·         Fastron adalah minyak lumas mesin kendaraan dengan bahan dasar semi synthetic
·         Prima XP SAE 20W - 50 adalah pelumas produksi Pertamina untuk mesin bensin
·         Mesran Super SAE 20W-50 adalah pelumas mesin bensin
·         Mesrania 2T Super-X adalah pelumas mesin bensin dua langkah yang berpendingin air seperti mesin tempel atau speed boat. Pelumas ini diproduksi oleh Pertamina. Juga cocok untuk penggunaan pada motor tempel yang lebih kecil dan mesin ketam, mesin gergaji, bajaj dan bemo.
·         2T Enviro merupakan pelumas kendaraan 2 Tak dengan bahan bakar bensinjuga pelumas semi sintetis yang dibuat dari bahan dasar pelumas mineralditambah bahan dasar pelumas sintetis Poly Isobutylene. Direkomendasikan untuk digunakan pada mesin kendaraan 2 Tak berbahan bakar bensin dengan pendingin udara. Kendaraan-kendaran 2 Tak buatan Jepang seperti Kawasaki,YamahaSuzukiHonda dan Vespa, dapat juga digunakan untuk mesin gergaji(chain saw) dan mesin potong rumput.
·         Enduro 4T
·         Meditran
·         Rored

Rabu, 15 Oktober 2014

Ekspansi ke Luar Negeri, Pertamina Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Ekspansi ke Luar Negeri, Pertamina Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Akuisisi blok-blok migas di luar negeri diyakini dapat memperkuat kapabilitas dan daya saing Pertamina di masa mendatang sebagai perusahaan energi kelas dunia sekaligus bentuk konkret upaya Pertamina untuk mendukung ketahanan energi nasional.

SVP Upstream Business Development, Denie S. Tampubolon mengatakan bahwa ekspansi ke luar negeri merupakan salah satu strategi perusahaan untuk peningkatkan produksi minyak mentah, yang secara langsung dapat memperkuat ketahanan energi nasional. Pertamina memproyeksikan 70% akuisisi akan berasal dari asset-aset di luar negeri, terutama di wilayah-wilayah yang masih mempunyai cadangan besar, katanya.

“Pertumbuhan non organik melalui kegiatan akuisisi dari asset luar negeri akan memberikan kontribusi penting bagi pertumbuhan produksi Pertamina di masa mendatang dan tambahan pasokan minyak mentah untuk memenuhi kebutuhan Indonesia,” terang Denie.

Pertamina sendiri telah mulai melakukan ekspansi ke luar negeri sejak Januari 2002 melalui kontrak kerjasama pada Blok 10 dan 11.1 Vietnam dengan pola kerjasama yang diawali dengan government to government. Selanjutnya diikuti dengan Blok SK-305 di Malaysia pada Juni 2003 serta Blok 3 Western Desert Irak, Blok 13 Read Sea, Sudan, Blok 123-3 Sirte Onshore, Blok 17-3 Sabratah Offshore dan Blok 3 Offshore Qatar.

“Akhirnya pada November-Desember 2013 Pertamina mengakuisisi aset di Aljazair dan Irak. Dari Aljazair Pertamina peroleh sekitar 23.000 bopd dan ditargetkan sebesar 25.000 bopd tahun ini. Adapun, di Irak Pertamina memiliki hak partisipasi sebesar 10%, sedangkan produksi lapangannya ditargetkan akan meningkat dari 400.000 bopd tahun ini menjadi 1,6 juta bopd pada 2020,” ungkapnya.

Di masa mendatang, lanjut Denie, Pertamina akan memprioritaskan rencana akuisisi pada aset-aset yang dapat segera memberikan tambahan produksi minyak kepada Pertamina, yaitu blok-blok yang sudah berproduksi dan atau dalam tahap pengembangan serta memiliki cadangan minyak yang signifikan. Tentu saja, katanya, aksi-aksi korporasi tersebut dilakukan dengan proses bisnis yang secara komprehensif memperhatikan seluruh aspek teknis dan komersial, termasuk mitigasi risiko.

“Dengan tetap focus dalam pengembangan potensi migas di dalam negeri, Pertamina akan terus berupaya melakukan ekspansi ke aset-aset luar negeri dengan sedikitnya dua misi, yaitu mencari sumber-sumber migas di luar negeri untuk pasokan energy di Indonesia, sekaligus memperluas peluang kerjasama dengan IOC dan NOC sehingga bisnis hulu Pertamina semakin kuat di masa mendatang.”

Hal ini tentunya dilakukan untuk mendukung pencapaian target produksi 2,2 juta boepd pada 2025 dengan target kontribusi  mencapai 600.000 boped.